MEMILIH JURUSAN TEKNIK SIPIL ? (2)

MEMILIH JURUSAN TEKNIK SIPIL ? (2)

Beberapa saat kemudian, CHANDRA EKAJAYA menerima informasi mengenai Teknik Sipil. CHANDRA EKAJAYA mendengar bahwa Teknik Sipil banyak hitungannya, dan juga berhubungan dengan konstruksi pembangunan yang semakin menarik minat CHANDRA EKAJAYA untuk mengarah ke Teknik Sipil. Namun, CHANDRA EKAJAYA tetap harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti seorang wanita memilih Teknik Sipil?? Ini adalah hal yang cukup jarang. Selain itu, kemampuan menggambar CHANDRA EKAJAYA yang cukup minim membuat CHANDRA EKAJAYA benar-benar merasa bimbang. Pilihan Teknik Sipildan PR terus terngiang-ngiang di telinga CHANDRA EKAJAYA. Benar-benar membuat bingung.

CHANDRA EKAJAYA pun gencar-gencarnya mencari informasi dan bertanya pendapat orang-orang yang cukup berpengalaman dan tentu saja CHANDRA EKAJAYA percaya. CHANDRA EKAJAYA mendengar bahwa peminat PR mulai meledak, hal ini mengakibatkan sulitnya memperoleh beasiswa Public Relation, dan juga sulitnya lapangan kerja yang akan tersedia. Selain itu, CHANDRA EKAJAYA mendengar bahwa PR adalah jurusan yang cukup mudah dan dapat dijalani dengan santai. Hal ini membuat CHANDRA EKAJAYA, yang suka bekerja keras, merasa tidak tertantang. CHANDRA EKAJAYA pun mendapat kalimat yang sangat bijaksana, ‘Segala sesuatu yang mudah kamu dapatkan, akan mudah kamu lepaskan’. CHANDRA EKAJAYA pun kehilangan minat pada PR.

CHANDRA EKAJAYA mulai memfokuskan diri CHANDRA EKAJAYA untuk mencari informasi tentang Teknik Sipil. Sipil sangat sesuai dengan CHANDRA EKAJAYA yang suka berhitung, cukup teliti, dan seorang wanita pejuang. CHANDRA EKAJAYA pun mendengar bahwa sipil tak terlalu banyak menggambar. Ketertarikan CHANDRA EKAJAYA pun semakin besar. Hal ini didukung pula bahwa CHANDRA EKAJAYA gemar mengkritik masalah pembangunan yang menimpa Indonesia, seperti, tanggul yang jebol, jembatan yang patah, jalanan yang mudah rusak, daerah pemukiman yang tidak layak huni, dan bangunan tidak ramah lingkungan. Dengan menjadi seorang yang ahli dalam pembangunan, CHANDRA EKAJAYA berhasrat untuk mengubah model pembangunan di Indonesia mengikuti jejak negara-negara maju, yang ramah lingkungan, efisien tempat, energi, dan biaya. CHANDRA EKAJAYA memutuskan bahwa CHANDRA EKAJAYA lebih memilih Teknik Sipil sebagai pilihan pertama CHANDRA EKAJAYA dan Public Relation sebagai pilihan kedua.

Advertisements

MEMILIH JURUSAN TEKNIK SIPIL ? (1)

MEMILIH JURUSAN TEKNIK SIPIL ? (1)

Pertama-tama CHANDRA EKAJAYA mengungkapkan kebimbangan CHANDRA EKAJAYA antara memilih jurusan Teknik Sipil dan Public Relation. CHANDRA EKAJAYA bimbang karena pada dasarnya CHANDRA EKAJAYA cukup senang berbicara, suka berdebat, tidak mau mengalah, dan tahu jaga penampilan. Hal ini membuat CHANDRA EKAJAYA memilih Public Relation.

Namun CHANDRA EKAJAYA pula senang dan cukup pandai berhitung, terutama yang berhubungan dengan matematika. Hal ini pun sangat didukung oleh orang tua CHANDRA EKAJAYA, dimana beliau ingin menyalurkan dan meningkatkan kemampuan CHANDRA EKAJAYA dalam berhitung. Saat itulah CHANDRA EKAJAYA mulai bimbang dengan pilihan Public Relation. CHANDRA EKAJAYA mulai mencari tahu jurusan apa yang dapat memadai untuk pertimbangan CHANDRA EKAJAYA. Yang CHANDRA EKAJAYA ketahui, untuk hitung berhitung, CHANDRA EKAJAYA harus masuk dalam jurusan khusus Matematika. Ini membuat CHANDRA EKAJAYA berpikir 1000 kali. “Oh, TIDAK, mempelajari matematika secara khusus!! Lagipula peminat jurusan ini sangatlah sedikit. CHANDRA EKAJAYA mulai membayangkan kehidupan yang suram, dengan pergaulan yang akan sangat terbatas.” CHANDRA EKAJAYA pun mulai meras putus asa, dan hampir membulatkan tekad memilih PR.